Langsung ke konten utama

FILE SHARING



Kegiatan mendistribusikan berbagi berkas adalah kegiatan file sharing yang mendistribusikan atau menyediakan akses ke media digital, seperti program komputer, multimedia, dokumen-dokumen atau buku elektronik. Praktik distribusi berkas dapat dilakukan dalam beberapa cara.




A. TUJUAN PRAKTIKUM 

        Mahasiswa dapat memahami file sharing. 

       Mahasiswa dapat melakukan konfigurasi pada jaringan peer-to-peer dengan Switch.

        Mampu melakukan uji coba pada aplikasi cisco packet treser

        Membuat hasil dan kesimpulan praktikum

        Menyusun laporan praktikum

 

B. DASAR TEORI 

Penerapan File-Sharing bekerja dengan membuat file yang dipilih di komputer pengguna tersedia untuk diunggah juga oleh orang lain dengan perangkat lunak yang sama yang juga pada gilirannya memberi pengguna akses ke file yang dipilih di komputer pengguna lain di jaringan P2P (peer-to-peer). 

Ada dua teknologi File-Sharing yang digunakan secara luas. Yang pertama, struktur client-server, adalah sistem yang paling umum digunakan. Struktur ini menggunakan jaringan dengan komputer server (komputer host) yang melayani klien dengan memungkinkan klien untuk menyimpan (mengunggah) atau mengumpulkan (mengunduh) file. Kekurangan dari sistem ini adalah kapasitas (bandwidth) dan kerentanannya. Napster adalah salah satu contoh sistem jenis ini. 

Baru-baru ini, perangkat lunak File-Sharing berdasarkan teknologi peer-to-peer dikembangkan. Teknologi ini memungkinkan berkas untuk ditransfer antara komputer enduser yang berada pada jaringan yang sama satu sama lain, tetapi pada jaringan tersebut tidak ada peran client-server. Tidak ada komputer server dalam jaringan berdasarkan teknologi ini. 

Grokster adalah salah satu contoh dari sistem jenis ini. 

        Ad-Hoc 

Jaringan Ad-Hoc adalah jaringan yang terbentuk secara spontan ketika perangkat terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Jaringan ini sebagian besar adalah jaringan LAN. Perangkat berkomunikasi satu sama lain secara langsung alih-alih mengandalkan stasiun pusat atau titik akses seperti pada LAN nirkabel untuk koordinasi transfer data. Setiap perangkat berpartisipasi dalam aktivitas perutean, dengan menentukan rute menggunakan algoritma perutean dan meneruskan data ke perangkat lain melalui rute ini. 

        Wireless 

Jaringan Wireless atau nirkabel adalah jaringan yang memungkinkan perangkat untuk tetap terhubung ke jaringan tetapi penggunanya dapat berkeliaran tanpa tertambat ke kabel apa pun. Access Point memperkuat sinyal Wi-Fi, sehingga perangkat dapat berada jauh dari router tetapi tetap terhubung ke jaringan. 


 C. TOPOLOGI JARINGAN

D. ALAT DAN BAHAN 

        Laptop/PC  

        Cisco Packet Tracer  

  

 E. LANGKAH KERJA 


       

   Siapkan 1 Router2 Switch4 PC.


   Ketik ‘no’ lalu enter, ketik ‘enable’ untuk mengaktifkan konfigurasi router.  

   Ketik ‘configure terminal’ lalu enter.  

   Ketik ‘interface fa0/0’ lalu enter, untuk masuk ke menu konfigurasi router ke switch.  

 Ketik ‘ip address 192.168.1.1 255.255.255.0’ lalu enter, untuk memberi alamat IP pada router.  

  Ketik ‘no shutdown’ lalu enter.  

           Ketik ‘exit’ lalu enter. 

  

        Kemudian, untuk interface kedua, ketik ‘interface fa0/1’ lalu enter, untuk masuk ke menu konfigurasi router ke switch.  

        Ketik ‘ip address 192.168.2.1 255.255.255.0’ lalu enter, untuk memberi alamat IP pada router.  

        Ketik ‘no shutdown’ lalu enter.  

        Ketik ‘exit’ lalu enter. 

  Selanjutnya kita mengonfigurasi 2 DHCP Pool untuk memberi alamat IP otomatis pada PC, karena terdapat 2 network. Pool 1 (net: 192.168.1.0; default router:  192.168.1.1), dan Pool 2 (net: 192.168.2.0; default router: 192.168.2.1). 

 


        Ubah pengaturan alamat IP PC dari statis ke DHCP.  


    Lakukan pengiriman pesan antar perangkat, dan apabila berhasil maka pada bagian kanan bawah akan menunjukkan pernyataan successful.     


       Kita juga dapat melakukan pengetesan dengan command prompt yang ada di dalam PC. Jika menunjukkan reply, maka kedua perangkat berhasil terhubung.  


      Jika semua perangkat dapat saling bertukar informasi dengan baik, maka praktikum File-Sharing telah berhasil.  

F. HASIL PRAKTIKUM 

 Praktikum File-Sharing dimulai dengan menyiapkan perangkat yang terdiri dari sebuah router, 2 switch, dan 4 perangkat komputer. Perangkat-perangkat tersebut dirangkai menjadi 2 network. Kemudian pada router kita melakukan pengaturan DHCP Pool. Ketika router selesai dikonfigurasi, masing-masing perangkat mendapat alamat IP secara otomatis. Uji coba File-Sharing kemudian dilakukan dengan mencoba memasangkan pesan ke 2 perangkat berbeda. Karena kedua perangkat terhubung dengan baik, hasil uji coba menunjukkan pernyataan successful, maka dengan ini praktikum File-Sharing berhasil dilakukan. 

G. ANALISA DAN KESIMPULAN 

    File-Sharing adalah kegiatan mendistribusikan atau menyediakan akses berkas antar perangkat/media digital. Dengan File-Sharing, perangkat-perangkat yang terhubung di dalam jaringan dapat saling berbagi berkas dan layanan lainnya, yang tentu saja saling memudahkan dan membantu pekerjaan pengguna jaringan lain. Tetapi, untuk menjalankan layanan FileSharing, sebuah jaringan komputer perlu terbentuk terlebih dahulu, apakah dengan sistem peer-to-peer atau client-server, dimana masing-masing perangkat telah memiliki kapabilitas untuk saling berbagi atau memberi akses pada berkasnya untuk diunduh maupun diunggah oleh sesama perangkat di dalam jaringan yang sama. Beberapa unsur untuk membentuk jaringan adalah alamat IP, network, default-router/gateway. Masing-masing perangkat harus memiliki alamat IP, dan dengan itu pada praktikum ini, kita menggunakan layanan DHCP untuk memberi alamat IP secara otomatis pada semua perangkat komputer. Ketika sistem jaringan selesai dikonfigurasi.

 


Komentar